Next
Previous
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Lets Diet Plastic !!!

Posted in , , , , ,


            “Diet! Diet! Diet!” hal inilah yang sudah sering digaungkan oleh beberapa orang di Indonesia. Sosialisasinya telah merajalela dimana-mana mengenai menghindari penggunaan plastik sekali pakai atau yang akrab dipanggil dengan diet sampah plastik.

Ruang terbuka Hijau yang Membuka Inspirasi

Posted in , , ,

            Penataan ruang pada dasarnya merupakan proses pembangunan yang sangat baik demi terciptanya kehidupan yang lebih baik melalui pengelolaan ruang. Penataan ruang secara konvensional memiliki keterbatasan dalam aspek keterukurannya. Akan tetapi karena informasi yang belum memadai tentang dampak dan manfaat alokasi ruang terhadapa kinerja pembangunan. Akibatnya rencana tata ruang belum mampu memberikan manfaat yang maksimum agar tercipta kesejahteraan masyarakat.

Gerakan #PasukanHijau Sosialisasi Biopori dan Keranjang Takakura

Posted in , , ,


Salah satu pasukan hijau sedang menjelaskan keranjang takakura.
        Bandung (22/4) - Hari Bumi diperingati pada setiap tanggal 22 April diberbagai penjuru dunia, begitu juga Kophi (koalisi pemuda hijau Indonesia) yang juga memperingati dengan mensosialisasikan pengolahan sampah dengan baik dan benar pada masyarakat sekitar Bandung pada tanggal 21 April 2013. Kophi (koalisi pumuda hijau Indonesia) bagian Jawa Barat mendirikan stand yang disediakan pihak ITB di Glow, Bandung.

Planet Mars Buka Lowongan jadi Penduduknya, Berminat?

Posted in

Planet Mars (Planet Merah)
Hallo. Kerabat Hijau, apa kabar semuanya?
Salam hangat terhijau untuk Kerabat Hijau Indonesia !!!

Anda merasa bosan tinggal di bumi, karena terlalu banyak masalah? Anda ingin kehidupan yang baru, bosan dengan kehidupan yang lama? Teman baru, pacar baru, rumah baru bahkan planet baru.

Apa ada planet baru?

Yups, bener ada planet yang sedang mencari penduduk. Mars planet ke-4 yang terdekat dengan matahari, setelah bumi. Planet mars juga disebut dengan planet merah karena warnanya yang kemerah-merahan.

KOPHI yang Menghijaukan

Posted in , ,

         Intisari-Online.com - Al Gore, peraih Nobel Perdamaian 2007 pernah berucap bahwa perjuangan menyelamatkan lingkungan global jauh lebih sulit daripada perjuangan untuk menaklukkan Hitler karena untuk saat ini kita berperang dengan diri sendiri. Kita adalah musuh, sama seperti kita hanya memiliki diri sebagai sekutu. 

        Tak hanya Al Gore, Rachel Carson pun pernah mengatakan dalam karyanya yang fenomenal. “Bukan sihir, bukan serbuan musuh yang memegat kehidupan dari dunia yang terlanda oleh kematian (silent spring) ini. Orang-orang itu sendiri yang melakukannya.” tulisnya dalam buku Silent Spring.
Baik Al Gore maupun Rachel Carson, keduanya sepakat. Entitas ‘diri sendiri’ menjadi sebab dalam permasalahan ini. Begitu pula dalam upaya menjaga lingkungan, semua berawal dari diri sendiri dahulu. Kita mencoba untuk memberikan contoh agar orang-orang di sekitar kita mau mengikuti.

    Adalah semangat dari Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) untuk bertindak secara nyata agar orang di sekitar mereka peduli lingkungan hijau. Berawal dari organisasi lingkungan kampus berbeda, Yudhitia bersama Lidwina Marcella dan Agusman Pranata, memiliki ide untuk membentuk satu wadah kepemudaan yang melakukan kegiatan bertema lingkungan.

4 Parameter Pencemaran Lingkungan

Posted in ,

Beberapa parameter yang digunakan untuk mengidentifikasi terjadinya pencemaran lingkungan, serta mengetahui tingkat pencemaran itu. Parameter-parameter yang digunakan sebagai indikator pencemaran lingkungan antara lain sebagai berikut:

a. Parameter kimia
Parameter kimia meliputi CO2, pH, alkalinitas, fosfor, dll.

International Energy Agency: Perubahan Iklim Akan Capai Point of No Return Dalam Lima Tahun Lagi

Posted in

Apa yang akan terjadi dengan perubahan iklim dalam lima tahun mendatang? Perubahan iklim akan mencapai titik tidak bisa diubah kembali.

Hal itu diungkapkan oleh International Energy Agency dalam press realesenya. Pernyataan yang dikeluarkan oleh badan yang dibentuk pada tahun 1974/1975 oleh 16 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris dan Jerman, dalam merespon krisis minyak bumi, bukanlah tidak berdasar.

Menurut badan tersebut dengan jumlah bahan bakar fosil yang digunakan untuk bangunan dan pabrik yang akan dibangun dalam lima tahun ke depan, umat manusia akan terkunci dalam sebuah sejumlah besar emisi yang akan mendorong bumi berada pada titik tidak bisa kembali.

Belajar Menata Kebersihan dari Kota di Equador

Posted in
Quito, Equador

QUITO - Untuk urusan kebersihan, Indonesia patut mencontoh Ekuador. Di negara Amerika latin ini, jangan harap bisa mudah menemukan sampah di tengah jalan. Sepanjang jalan di Quito, Ibu Kota Ekuador, sejauh mata memandang, sisi kanan dan kiri jalan bebas dari sampah, sekecil apapun.
Bagi para perokok, untuk bisa merokok sambil melintas di beberapa ruas jalan utama Quito, rasanya malu hati. Pengamatan Tribunnews.com, warga setempat tampaknya sudah bisa membiasakan diri merokok di tempat-tempat yang sudah ditentukan.
Kafe atau tempat-tempat hiburan malam, menurut Rafael, warga setempat, biasanya menjadi tempat para perokok. Meski, di tempat-tempat itu juga ditempel larangan merokok.

Cuaca di Ekuador cukup dingin, mirip kawasan Puncak di Bogor, Jawa Barat. Jika sudah pukul 21.00, jangan harap kita bisa melihat keramaian.

Jawa Barat Daerah Paling Rawan Longsor di Dunia

Posted in

Bandung - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan bahwa Jawa Barat merupakan daerah paling rawan longsor di dunia. Pasalnya, Jawa Barat memiliki kondisi geografis yang hampir setengahnya berbukit dan berlembah.

Tim evakuasi melakukan pencarian korban longsor di Kampung Nagrok, Desa Muka Payung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (26/3) pagi. Hingga saat ini pencarian sudah berhasil menemukan 10 dari 17 orang yang tertimbun longsoran.
Bencana longsor di Kampung Nagrok, Desa Muka Payung, Kecamatan Cililin,
Kabupaten Bandung Barat, Selasa (26/3) pagi
"Ada ahli tanah longsor yang menyebut Jawa Barat memiliki daerah rawan longsor terbanyak di dunia. Jawa Barat merupakan zona merah karena hampir setengah daerahnya berbukit dan lembah. Sehingga memiliki kerentanan tanah tinggi alias rawan longsor," kata Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, ketika dihubungi melalui telepon, Selasa (25/3).

Menjaga Lingkungan, Cara Sederhana Hidup Produktif

Posted in
detail berita
 Prof. Dr. Nila F Moeloek, dr. SpM (Okezone.com)
Tanpa kita sadari menjaga kebersihan lingkungan sekitar sudah membantu pemerintah untuk mencapai salah satu program MDG’s, yaitu menjamin keberlanjutan lingkungan hidup. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, berbagai masalah kesehatan dapat diatasi.


Membersihkan lingkungan kita sehari-hari ternyata secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas hidup. Ventilasi dan air bersih menjadi salah satu hal penting untuk mencapai peningkatan kesehatan hidup. 

“Dengan menjaga lingkungan bersih, memiliki rumah dengan ventilasi yang baik, dan mendapatkan air bersih yang cukup akan meningkatkan kualitas kehidupan dan kesehatan masyarakat. Penting untuk memiliki pola hidup sehat agar kita terbebas dari berbagai masalah penyakit yang muncul akibat dari perilaku tidak sehat,” jelas  Prof. Dr. Nila F Moeloek, dr. SpM, Ketua Persatuan Ahli Mata Indonesia (Perdami) sekaligus Utusan Khusus Presiden untuk MDGs, saat diwawancarai Okezone via telepon, Kamis (4/ 4/ 2013).

Launching KOPHI Jawa Barat 2013 | GreEnvironmental Movement "Green with Your Friends"

Posted in , , , , , , , , , , ,

BANDUNG - Seperti energi yang tak ada habisnya. Bolehlah KOPHI Jawa Barat diibaratkan demikian dalam hal komitmennya sebagai organisasi yang konsisten mengajak segenap masyarakat, khususnya generasi muda untuk melestarikan lingkungan.

Lima belas tahun lalu, ketika kami para pasukan hijau (sebutan untuk anggota KOPHI Jawa Barat) masih berusia 5 dan 6 tahun, kami masih bisa merasakan dinginnya udara pagi di seantero tatar pasundan. Padahal ketika itu jam telah menunjukan pukul 10 pagi! Bahkan ketika itu kami masih bisa melihat parit-parit yang mengalir cukup jernih, dimana banyak ikan-ikan kecil berenang berlalu lalang di dalamnya. Iya, 15 tahun lalu juga kami masih bisa menikmati serunya bermain di lapangan terbuka tanpa takut akan ancaman penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor. Masih terekam oleh ingatan kami bagaimana rindangnya pohon menaungi kami yang asyik berkelekar, bersendau gurau, tatarucingan (tebak-tebakan) dan menyanyikan lagu tentang burung-burung yang berkicau dan lagu-lagu daerah tentang indahnya tatar pasundan.

Sekalipun Sampah, Tetap Bisa Menjadi Indah

Posted in

Tumpukan sampah di pinggir jalan
Sampah merupakan masalah lingkungan yang sering kita temui sehari-hari. Bahkan bukan hanya berdampak buruk bagi lingkungan, sampah juga memberikan dampak buruk bagi kesehatan karena sampah bisa menjadi sumber bibit penyakit. Ditinjau dari segi keindahan sampah yang berserakan dan tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan estetika. Tanpa kita sadari setiap harinya kita selalu memproduksi sampah hingga beribu-ribu ton. 

Hasil daur ulang  sampah plastik


Sampah merupakan salah satu penyebab tidak seimbangannya lingkungan hidup, terutama sampah plastik yang pada dasarnya sampah jenis ini sukar untuk terurai. Belum lagi tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya sangat kurang. Khususnya masyarakat di Indonesia yang mayoritasnya masih terbiasa dengan membuang sampah di sembarang tempat. Seperti tradisi membuang sampah di sungai yang dapat mengakibatkan pendakalan yang demikian cepat, sehingga terjadi banjir yang dapat mencemari sumber air permukaan karena pembusukan sampah tersebut. Bila sampah dibuang dengan cara ditumpuk akan menimbulkan bau dan menimbulkan gas berbahaya bagi kesehatan manusia, dan apabila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara. Dilematika permasalahan sampah ini seakan semakin memprihatikan.